Rabu, 26 September 2012

:::... Sebagian Alasan Kenapa Dokter Dokter Di Negara Maju "pelit" Kasih Obat ke Anak yg Sakit ...:::

"Malik tergolek lemas. Matanya sayu. Bibirnya pecah-pecah. Wajahnya kian tirus. Di mataku ia berubah seperti anak dua tahun kurang gizi. Biasanya aku selalu mendengar celoteh dan tawanya di pagi hari. Kini tersenyum pun ia tak mau. Sesekali ia muntah. Dan setiap melihatnya muntah, hatiku ...tergores-gores rasanya. Lambungnya diperas habis-habisan seumpama ampas kelapa yang tak lagi bisa mengeluarkan santan. Pedih sekali melihatnya terkaing-kaing seperti itu.

Waktu itu, belum sebulan aku tinggal di Belanda, dan putraku Malik terkena demam tinggi. Setelah tiga hari tak juga ada perbaikan aku membawanya ke huisart (dokter keluarga) kami, dokter Knol namanya.

"Just wait and see. Don’t forget to drink a lot. Mostly this is a viral infection." kata dokter tua itu.

"Ha? Just wait and see? Apa dia nggak liat anakku dying begitu?" batinku meradang. Ya…ya…aku tahu sih masih sulit untuk menentukan diagnosa pada kasus demam tiga hari tanpa ada gejala lain. Tapi masak sih nggak diapa-apain. Dikasih obat juga enggak! Huh! Dokter Belanda memang keterlaluan! Aku betul-betul menahan kesal.

"Obat penurun panas Dok?" tanyaku lagi.
"Actually that is not necessary if the fever below 40 C."

Waks! Nggak perlu dikasih obat panas? Kalau anakku kenapa-kenapa memangnya dia mau nanggung? Kesalku kian membuncah.
Tapi aku tak ingin ngeyel soal obat penurun panas. Sebetulnya di rumah aku sudah memberi Malik obat penurun panas, tapi aku ingin dokter itu memberi obat jenis lain. Sudah lama kudengar bahwa dokter disini pelit obat. Karena itu aku membawa setumpuk obat-obatan dari Indonesia, termasuk obat penurun panas.
Dua hari kemudian, demam Malik tak kunjung turun dan frekuensi muntahnya juga bertambah. Aku segera kembali ke dokter. Tapi si dokter tetap menyuruhku wait and see. Pemeriksaan laboratorium baru akan dilakukan bila panas anakku menetap hingga hari ke tujuh.

"Anakku ini suka muntah-muntah juga Dok," kataku.
Lalu si dokter menekan-nekan perut anakku. "Apakah dia sudah minum suatu obat?"

Aku mengangguk. "Ibuprofen syrup Dok," jawabku.

Eh tak tahunya mendengar jawabanku, si dokter malah ngomel-ngomel,"Kenapa kamu kasih syrup Ibuprofen? Pantas saja dia muntah-muntah. Ibuprofen itu sebaiknya tidak diberikan untuk anak-anak, karena efeknya bisa mengiritasi lambung. Untuk anak-anak lebih baik beri paracetamol saja."

Huuh! Walaupun dokter itu mengomel sambil tersenyum ramah, tapi aku betul-betul jengkel dibuatnya. Jelek-jelek begini gue lulusan fakultas kedokteran tau! Nah kalau buat anak nggak baik kenapa di Indonesia obat itu bertebaran! Batinku meradang.
Untungnya aku masih bisa menahan diri. Tapi setibanya dirumah, suamiku langsung menjadi korban kekesalanku."Lha wong di Indonesia, dosenku aja ngasih obat penurun panas nggak pake diukur suhunya je. Mau 37 keq, 38 apa 39 derajat keq, tiap ke dokter dan bilang anakku sakit panas, penurun panas ya pasti dikasih. Sirup ibuprofen juga dikasih koq ke anak yang panas, bukan cuma parasetamol. Masa dia bilang ibuprofen nggak baik buat anak!" Seperti rentetan peluru, kicauanku bertubi-tubi keluar dari mulutku.

"Mana Malik nggak dikasih apa-apa pulak, cuma suruh minum parasetamol doang, itu pun kalau suhunya diatas 40 derajat C! Duuh memang keterlaluan Yah dokter Belanda itu!"

Suamiku menimpali, "Lho, kalau Mama punya alasan, kenapa tadi nggak bilang ke dokternya?"
Aku menarik napas panjang. "Hmm…tadi aku sudah kadung bete sama si dokter, rasanya ingin buru-buru pulang saja. Tapi…alasannya apa ya?"

Mendadak aku kebingungan. Aku akui, sewaktu praktek menjadi dokter dulu, aku lebih banyak mencontek apa yang dilakukan senior. Tiga bulan menjadi co-asisten di bagian anak memang membuatku kelimpungan dan belajar banyak hal, tapi hanya secuil-secuil ilmu yang kudapat. Persis seperti orang yang katanya travelling keliling Eropa dalam dua minggu. Menclok sebentar di Paris, lalu dua hari pergi ke Roma. Dua hari di Amsterdam, kemudian tiga hari mengunjungi Vienna. Puas beberapa hari berdiam di Berlin dan Swiss, kemudian waktu habis. Tibalah saatnya pulang lagi ke Indonesia. Tampaknya orang itu sudah keliling Eropa, padahal ia hanya mengunjungi ibukota utama saja. Masih banyak sekali negara dan kota-kota di Eropa yang belum disambanginya. Dan itu lah yang terjadi pada kami, pemuda-pemudi fresh graduate from the oven Fakultas Kedokteran. Malah kadang-kadang apa yang sudah kami pelajari dulu, kasusnya tak pernah kami jumpai dalam praktek sehari-hari. Berharap bisa memberikan resep cespleng seperti dokter-dokter senior, akhirnya kami pun sering mengintip resep ajian senior!

Setelah Malik sembuh, beberapa minggu kemudian, Lala, putri pertamaku ikut-ikutan sakit. Suara Srat..srut..srat srut dari hidungnya bersahut-sahutan. Sesekali wajahnya memerah gelap dan bola matanya seperti mau copot saat batuknya menggila. Kadang hingga bermenit-menit batuknya tak berhenti. Sesak rasanya dadaku setiap kali mendengarnya batuk. Suara uhuk-uhuk itu baru reda jika ia memuntahkan semua isi perut dan kerongkongannya. Duuh Gustiiii…kenapa tidak Kau pindahkan saja rasa sakitnya padaku Nyerii rasanya hatiku melihat rautnya yang seperti itu. Kuberikan obat batuk yang kubawa dari Indonesia pada putriku. Tapi batuknya tak kunjung hilang dan ingusnya masih meler saja. Lima hari kemudian, Lala pun segera kubawa ke huisart. Dan lagi-lagi dokter itu mengecewakan aku.

"Just drink a lot," katanya ringan.

Aduuuh Dook! Tapi anakku tuh matanya sampai kayak mata sapi melotot kalau batuk, batinku kesal.

"Apa nggak perlu dikasih antibiotik Dok?" tanyaku tak puas.

"This is mostly a viral infection, no need for an antibiotik," jawabnya lagi.

Ggrh…gregetan deh rasanya. Lalu ngapain dong aku ke dokter, kalo tiap ke dokter pulang nggak pernah dikasih obat. Paling enggak kasih vitamin keq! omelku dalam hati.
"Lalu Dok, buat batuknya gimana Dok? Batuknya tuh betul-betul terus-terusan," kataku ngeyel.

Dengan santai si dokter pun menjawab,"Ya udah beli aja obat batuk Thyme syrop. Di toko obat juga banyak koq."
Hmm…lumayan lah… kali ini aku pulang dari dokter bisa membawa obat, walau itu pun harus dengan perjuangan ngeyel setengah mati dan walau ternyata isi obat Thyme itu hanya berisi ekstrak daun thyme dan madu.

"Kenapa sih negara ini, katanya negara maju, tapi koq dokternya kayak begini." Aku masih saja sering mengomel soal huisart kami kepada suamiku. Saat itu aku memang belum memiliki waktu untuk berintim-intim dengan internet. Jadi yang ada di kepalaku, cara berobat yang betul adalah seperti di Indonesia. Di Indonesia, anak-anakku punya langganan beberapa dokter spesialis anak. Dokter-dokter ini pernah menjadi dosenku ketika aku kuliah. Maklum, walaupun aku lulusan fakultas kedokteran, tapi aku malah tidak pede mengobati anakanakku sendiri. Dan walaupun anak-anakku hanya menderita penyakit sehari-hari yang umum terjadi pada anak seperti demam, batuk pilek, mencret, aku tetap membawa mereka ke dokter anak. Meski baru sehari, dua atau tiga hari mereka sakit, buru-buru mereka kubawa ke dokter. Tak pernah aku pulang tanpa obat. Dan tentu saja obat dewa itu, sang antibiotik, selalu ada dalam kantong plastik obatku.

Tak lama berselang putriku memang sembuh. Tapi sebulan kemudian ia sakit lagi. Batuk pilek putriku kali ini termasuk ringan, tapi hampir dua bulan sekali ia sakit. Dua bulan sekali memang lebih mendingan karena di Indonesia dulu, hampir tiap dua minggu ia sakit. Karena khawatir ada yang tak beres, lagi-lagi aku membawanya ke huisart.

"Dok anak ini koq sakit batuk pilek melulu ya, kenapa ya Dok.?

Setelah mendengarkan dada putriku dengan stetoskop, melihat tonsilnya, dan lubang hidungnya,huisart-ku menjawab,"Nothing to worry. Just a viral infection."

Aduuuh Doook… apa nggak ada kata-kata lain selain viral infection seh! Lagilagi aku sebal.

"Tapi Dok, dia sering banget sakit, hampir tiap sebulan atau dua bulan Dok," aku ngeyel seperti biasa.

Dokter tua yang sebetulnya baik dan ramah itu tersenyum. "Do you know how many times normally children get sick every year?"

Aku terdiam. Tak tahu harus menjawab apa. "enam kali," jawabku asal.

"Twelve time in a year, researcher said," katanya sambil tersenyum lebar. "Sebetulnya kamu tak perlu ke dokter kalau penyakit anakmu tak terlalu berat," sambungnya.
Glek! Aku cuma bisa menelan ludah. Dijawab dengan data-data ilmiah seperti itu, kali ini aku pulang ke rumah dengan perasaan malu. Hmm…apa aku yang salah? Dimana salahnya? Ah sudahlah…barangkali si dokter benar, barangkali memang aku yang selama ini kurang belajar.

Setelah aku bisa beradaptasi dengan kehidupan di negara Belanda, aku mulai berinteraksi dengan internet. Suatu saat aku menemukan artikel milik Prof. Iwan Darmansjah, seorang ahli obat-obatan dari Fakultas Kedokteran UI. Bunyinya begini: "Batuk - pilek beserta demam yang terjadi sekali-kali dalam 6 - 12 bulan sebenarnya masih dinilai wajar. Tetapi observasi menunjukkan bahwa kunjungan ke dokter bisa terjadi setiap 2 - 3 minggu selama bertahun-tahun." Wah persis seperti yang dikatakan huisartku, batinku. Dan betul anak-anakku memang sering sekali sakit sewaktu di Indonesia dulu.

"Bila ini yang terjadi, maka ada dua kemungkinan kesalahkaprahan dalam penanganannya," Lanjut artikel itu. "Pertama, pengobatan yang diberikan selalu mengandung antibiotik. Padahal 95% serangan batuk pilek dengan atau tanpa demam disebabkan oleh virus, dan antibiotik tidak dapat membunuh virus. Di lain pihak, antibiotik malah membunuh kuman baik dalam tubuh, yang berfungsi menjaga keseimbangan dan menghindarkan kuman jahat menyerang tubuh. Ia juga mengurangi imunitas si anak, sehingga daya tahannya menurun. Akibatnya anak jatuh sakit setiap 2 - 3 minggu dan perlu berobat lagi.

Lingkaran setan ini: sakit –> antibiotik-> imunitas menurun -> sakit lagi, akan membuat si anak diganggu panas-batuk-pilek sepanjang tahun, selama bertahun-tahun."

Hwaaaa! Rupanya ini lah yang selama ini terjadi pada anakku. Duuh…duuh..kemana saja aku selama ini sehingga tak menyadari kesalahan yang kubuat sendiri pada anak-anakku. Eh..sebetulnya..bukan salahku dong. Aku kan sudah membawa mereka ke dokter spesialis anak. Sekali lagi, mereka itu dosenku lho! Masa sih aku tak percaya kepada mereka. Dan rupanya, setelah di Belanda 'dipaksa' tak lagi pernah mendapat antibiotik untuk penyakit khas anak-anak sehari-hari, sekarang kondisi anak-anakku jauh lebih baik. Disini, mereka jadi jarang sakit, hanya diawal-awal kedatangan saja mereka sakit.

Kemudian, aku membaca lagi artikel-artikel lain milik prof Iwan Darmansjah. Dan di suatu titik, aku tercenung mengingat kata-kata 'pengobatan rasional'. Lho…bukankah dulu aku juga pernah mendapatkan kuliah tentang apa itu pengobatan rasional. Hey! Lalu kemana perginya ingatan itu? Jadi, apa yang selama ini kulakukan, tidak meneliti baik-baik obat yang kuberikan pada anak-anakku, sedikit-sedikit memberi obat penurun panas, sedikit-sedikit memberi antibiotik, baru sehari atau dua hari anak mengalami sakit ringan seperti, batuk, pilek, demam, mencret, aku sudah panik dan segera membawa anak ke dokter, serta sedikit-sedikit memberi vitamin. Rupanya adalah tindakan yang sama sekali tidak rasional! Hmm... kalau begitu, sistem kesehatan di Belanda adalah sebuah contoh sistem yang menerapkan betul apa itu pengobatan rasional.

Belakangan aku pun baru mengetahui bahwa ibuprofen memang lebih efektif menurunkan demam pada anak, sehingga di banyak negara termasuk Amerika Serikat, ibuprofen dipakai secara luas untuk anakanak. Tetapi karena resiko efek sampingnya lebih besar, Belgia dan Belanda menetapkan kebijakan lain. Walaupun obat ibuprofen juga tersedia di apotek dan boleh digunakan untuk usia anak diatas 6 bulan, namun di kedua negara ini, parasetamol tetap dinyatakan sebagai obat pilihan pertama pada anak yang mengalami demam. "Duh, untung ya Yah aku nggak bilang ke huisart kita kalo aku ini di Indonesia adalah seorang dokter. Kalo iya malu-maluin banget nggak sih, ketauan begonya hehe," kataku pada suamiku.

Jadi, bagaimana dengan para orangtua di Indonesia? Aku tak ingin berbicara terlalu jauh soal mereka-mereka yang tinggal di desa atau orang-orang yang terpinggirkan, ceritanya bisa lain. Karena kekurangan dan ketidakmampuan, untuk kasus penyakit anak sehari-hari, orang-orang desa itu malah relatif 'terlindungi' dari paparan obat-obatan yang tak perlu. Sementara kita yang tinggal di kota besar, yang cukup berduit, sudah melek sekolah, internet dan pengetahuan, malah kebanyakan selalu dokter-minded dan gampang dijadikan sasaran oleh perusahaan obat dan media. Batuk pilek sedikit ke dokter, demam sedikit ke dokter, mencret sedikit ke dokter. Kalau pergi ke dokter lalu tak diberi obat, biasanya kita malah ngomel-ngomel, 'memaksa' agar si dokter memberikan obat. Iklan-iklan obat pun bertebaran di media, bahkan tak jarang dokter-dokter 'menjual' obat tertentu melalui media. Padahal mestinya dokter dilarang mengiklankan suatu produk obat.

Dan bagaimana pula dengan teman-teman sejawatku dan dosen-dosenku yang kerap memberikan antibiotik dan obat-obatan yang tidak perlu pada pasien batuk, pilek, demam, mencret? Malah aku sendiri dulu pun melakukannya karena nyontek senior. Apakah manfaatnya lebih besar dibandingkan resikonya? Tentu saja tidak. Biaya pengobatan membengkak, anak malah gampang sakit dan terpapar obat yang tak perlu. Belum lagi bahaya besar jelas mengancam seluruh umat manusia: superbug, resitensi antibiotik! Tapi mengapa semua itu terjadi?

Duuh Tuhan, aku tahu sesungguhnya Engkau tak menyukai sesuatu yang sia-sia dan tak ada manfaatnya. Namun selama ini aku telah alpa. Sebagai orangtua, bahkan aku sendiri yang mengaku lulusan fakultas kedokteran ini, telah terlena dan tak menyadari semuanya. Aku tak akan eling kalau aku tidak menyaksikan sendiri dan tidak tinggal di negeri kompeni ini. Apalagi dengan masyarakat awam, para orangtua baru yang memiliki anak-anak kecil itu. Jadi bagaimana mengurai keruwetan ini seharusnya? Uh! Memikirkannya aku seperti terperosok ke lubang raksasa hitam. Aku tak tahu, sungguh!

Tapi yang pasti kini aku sadar…telah terjadi kesalahan paradigma pada kebanyakan kita di Indonesia dalam menghadapi anak sakit. Disini aku sering pulang dari dokter tanpa membawa obat. Aku ke dokter biasanya 'hanya' untuk konsultasi, memastikan diagnosa penyakit anakku dan penanganan terbaiknya, serta meyakinkan diriku bahwa anakku baik-baik saja.

Tapi di Indonesia, bukankah paradigma yang masih kerap dipegang adalah ke dokter = dapat obat? Sehingga tak jarang dokter malah tidak bisa bertindak rasional karena tuntutan pasien. Aku juga sadar sistem kesehatan di Indonesia memang masih ruwet. Kebijakan obat nasional belum berpihak pada rakyat. Perusahaan obat bebas beraksi‘ tanpa ada peraturan dan hukum yang tegas dari pemerintah. Dokter pun bebas meresepkan obat apa saja tanpa ngeri mendapat sangsi. Intinya, sistem kesehatan yang ada di Indonesia saat ini membuat dokter menjadi sulit untuk bersikap rasional.

Lalu dimana ujung pangkal salahnya? Ah rasanya percuma mencari-cari ujung pangkal salahnya. Menunjuk siapa yang salah pun tak ada gunanya. Tapi kondisi tersebut jelas tak bisa dibiarkan. Siapa yang harus memulai perubahan? Pemerintah, dokter, petugas kesehatan, perusahaan obat, tentu semua harus berubah. Namun, dalam kondisi seperti ini, mengharapkan perubahan kebijakan pemerintah dalam waktu dekat sungguh seperti pungguk merindukan bulan. Yang pasti, sebagai pasien kita pun tak bisa tinggal diam. Siapa bilang pasien tak punya kekuatan untuk merubah sistem kesehatan? Setidaknya, bila pasien 'bergerak', masalah kesehatan di Indonesia, utamanya kejadian pemakaian obat yang tidak rasional dan kesalahan medis tentu bisa diturunkan.


_ _ _
Dikutip dari buku "Smart Patient" karya dr. Agnes Tri Harjaningrum






♥ ♥ Subhanallah, Inilah Mukjizat Alquran tentang Mummi Fir'aun ♥ ♥


    • ♥ Bismillahirrahmaanirrahiim ♥

      Pada abad ke-19 M, dunia arkeologi berhasil menemukan mummi di Thebes, Mesir. Penemuan mummi yang teridentifikasi sebagai jenazah Fir'aun itu pada tahun 1898.

      Mummi itu diyakini sebagai jenazah Fir'aun Merneptah, anak Fir'aun Ramses II. Selain menemukan mummi Merneptah, para arkeolog juga menemukan mummi Ramses II dalam keadaan utuh.

      Merneptah diyakini sebagai Fir’aun yang mengejar Nabi Musa hingga ke laut dan mati tenggelam di laut. Sedangkan Ramses II diyakini sebagai fir’aun yang hidup persis sebelumnya, kedua-duanya hidup pada masa Nabi Musa AS.

      Pada Juli 1907, Elliot Smith membuka perban-perban mummi Merneptah untuk memeriksa badannya. Hasilnya, mummi tersebut dalam keadaan baik dan utuh walaupun ada kerusakan di beberapa bagian.

      Penemuan monumental itu pun sekali lagi menjadi bukti kebenaran dan mukjizat Alquran. Belasan abad sebelum penemuan mummi Firaun itu, Alquran telah menjelaskan tentang fakta itu.

      Mari simak surah Yunus [10] ayat 92: "Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu* agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami.''

      Dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 50, Allah SWT berfirman, ''Dan (ingatlah) ketika Kami membelah laut untukmu, sehingga kamu dapat Kami selamatkan dan Kami tenggelamkan (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, sedang kamu menyaksikan.''
      ____________________________________________________________
      Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.
      SilaHkan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.Semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

      Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin

      Inilah bukti kebenaran dan mukjizat Alquran itu: Via PC => http://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=uHZOa4f7_Ng
      "


    • ‎" buktikan kejeniusanmu dengan matematika "
      Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya. Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
      Apakah mungkin nilai 100% dalam hidup?
      Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi jawabannya.

      Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ
      Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

      Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
      11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

      H-A-R-D-W-O-R-K
      8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 99%

      K-N-O-W-L-E-D-G -E
      11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

      A-T-T-I-T-U-D-E
      1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

      Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita.
      Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

      Tapi,
      LOVE OF GOD
      12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%.
      "

Rahasia Kecerdasan Golongan YAHUDI

Dalam Qur'an, tertulis bahwa kebanyakan dari golongan Yahudi ialah diberi karunia berupa kepintaran akal.

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar ?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.

Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.

Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.

Stephen bertanya, "Apakah ini untuk anak kamu?"

Dia menjawab, "Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius."

Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.

Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan.

Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.

Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.

Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, "Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),"
ungkapnya.

Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.

Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.

Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.

Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.

Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris.

Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, "Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun kebelakang!! !" katanya.

Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.
Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Disamping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.

Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik. Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.

Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus memperaktekkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta !

Anda terperanjat?

Itulah kenyataannya. Dan bagaimana dengan di negeri kita? Apa syarat kelulusan? Banyak yang hanya dengan syarat mencapai NILAI 60 saja, bahkan ada beberapa yang hanya cukup dengan NILAI 55 saja, dan malah banyak yang di katrol. Praktek Kerja Lapangan hanya sekedarnya, tidak benar-benar memikirkan sebuah proyek yang berguna bagi UMMAT. Setidaknya, ini yang harus kita cermati & perbaiki.

Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan.. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?


MENGAPA YAHUDI TAKUT PADA HAFIDZ QUR'AN DARI KALANGAN ANAK-ANAK?

Kabar lain tentang bagaimana pendidikan anak adalah dari saudara kita di Palestina. Mengapa Israel mengincar anak-anak Palestina. Terjawab sudah mengapa agresi militer Israel yang biadab dari 27 Desember 2008 kemarin memfokuskan diri pada pembantaian anak-anak Palestina di Jalur Gaza.

Seperti yang kita ketahui, setelah lewat tiga minggu, jumlah korban tewas akibat holocaust itu sudah mencapai lebih dari 1300 orang. Hampir setengah darinya adalah anak-anak. Selain karena memang tabiat Yahudi yang tidak punya nurani, target anak-anak bukanlah kebetulan belaka.

Sebulan lalu, sesuai Ramadhan 1429 Hijriah, Ismali Haniya, pemimpin Hamas, melantik sekitar 3500 anak-anak Palestina yang sudah hafidz al-Quran. Anak-anak yang sudah hafal 30 juz Alquran ini menjadi sumber ketakutan Zionis Yahudi.

"Jika dalam usia semuda itu mereka sudah menguasai Alquran, bayangkan 20 tahun lagi mereka akan jadi seperti apa?" demikian pemikiran yang berkembang di pikiran orang-orang Yahudi. Tidak heran jika anak-anak Palestina menjadi para penghafal Alquran. Karena kondisi Gaza yang diblokade dari segala arah oleh Israel menjadikan mereka terus intens berinteraksi dengan al-Qur’an.

Tak ada main Play Station atau game bagi mereka. Kondisi itu memacu mereka untuk menjadi para penghafal yang masih begitu belia. Kini, karena ketakutan sang penjajah, sekitar 500 bocah penghafal Quran itu telah syahid.

Perang panjang dengan Yahudi akan berlanjut entah sampai berapa generasi lagi. Ini cuma masalah giliran. Sekarang Palestina dan besok bisa jadi Indonesia. Bagaimana perbandingan perhatian pemerintah Indonesia dalam membina generasi penerus dibanding dengan negara tetangganya.

Ambil contoh tetangga kita yang terdekat adalah Singapura. Contoh yang penulis ambil sederhana saja, Rokok. Singapura selain menerapkan aturan yang ketat tentang rokok, juga harganya sangat mahal.

Benarkah merokok dapat melahirkan generasi "Goblok!" kata Goblok bukan dari penulis, tapi kata itu sendiri dari Stephen Carr Leon sendiri. Dia sudah menemui beberapa bukti menyokong teori ini.
"Lihat saja Asia" katanya seperti dalam tulisan itu.

Jika Anda ke Asia, di mana saja Anda berada, dari restoran, teater, kebun bunga hingga ke musium, hidung Anda akan segera mencium bau asap rokok! Berapa harga rokok? Cuma US$ .70cts !!!

"Hasilnya? Dengan penduduknya berjumlah jutaan orang berapa banyak universitas? Hasil apakah yang dapat dibanggakan? Teknologi? Jauh sekali. Adakah mereka dapat berbahasa selain dari bahasa mereka sendiri? Mengapa mereka begitu sukar sekali menguasai bahasa Inggris? Berapa gelintir anak yang kemampuannya setingkat / layak di pertandingan matematika sedunia? Apakah ini bukan akibat merokok? Anda fikirlah sendiri?"

Dari itu, marilah kita masukkan anak minimal ke TKIT (Taman Kanak-kanak Islam Terpadu) atau RAIT dan dilanjutkan dengan SDIT, SMPIT dan SMAIT. Banyak lulusan TK Islam Terpadu yang sudah hafidz Juz Amma, atau juz 30,,, (bukan 30 juz lhooo,,, ^_^) ,,, dan diharapkan paling tidak saat SMP Islam Terpadu sudah hafal Qur'an secara keseluruhan.

Insya Allah ini akan meringankan beban kita di akhirat kelak, sebagaimana Hadits Nabi Muhammad SAW yang mengatakan bahwa Orang Tua-Orang Tua dari para Hafidz Qur'an akan diberi Mahkota yang bertahtakan intan permata yang sangat tak ternilai dibanding dunia,,, lalu bagaimana dengan para peng-hafidz Qur'an itu sendiri??? Tentu mereka mendapatkan yang jauh lebih baik dari kedua orang tua mereka


RACUN MAKANAN YANG SENGAJA DITEBAR


Multinasional di bidang industri makanan, tidak saja untuk menguasai perut seluruh bangsa, tetapi menguasai pula teknologi biokimia. Sehingga komponen bahan kimia makanan dibuat dengan perencanaan tertentu yang dapat mempengaruhi mental dan sikap perilaku bangsa-bangsa agar tunduk pada kemauan mereka. Sedikit demi sedikit, bangsa di muka bumi harus beralih pada makanan yang diproduksi kaum Yahudi dan bersifat massal, sehingga memberikan keuntungan ganda, yaitu:

1. Secara ekonomis mereka diuntungkan

2. Secara budaya mereka seakan dibanggakan

3. Secara perlahan kita meninggalkan budaya kita

4. Tujuannya ialah melemahkan akal generasi bangsa

5. Jika umat banyak yang tumpul akalnya, maka segalanya, politik, kekayaan alam, pendidikan, penyiaran media massa, arus, dan segalanya dapat mereka atur dengan begitu mudah

Pabrik makanan dan minuman yang mendunia harus dipupuk dan dikembangkan menjadi bagian dari gaya hidup seluruh bangsa. Mereka harus bangga dengan makanan produksi kaum Yahudi. Pada saat yang bersaman, gerakan tersebut mematikan pula segala bentuk produksi makanan dan minuman negara lain yang dianggap primitif.

Dengan kemampuan mereka melakukan rekayasa di bidang bahan kimia makanan serta "mesin makanan perekayasa genetika" (genetically engineered food), ini memungkinkan gerakan zionis mampu memanipulasi struktur genetik manusia, disesuaikan dengan keinginan mereka. Bahkan, beberapa zat aditif di bidan industri makanan direkayasa sedemikian rupa, hingga mempunyai cita-rasa yang lezat, sekaligus ada semacam "maksud tersembunyi " yang secara sangat rahasia disisipkan dalam bentuk pelezat dan pengawet makanan --seperti zat aditif: gelatin, pemanis buatan (aspartime/nutrasweet), zat pewarna, monosodium glutamate, kafein, nikotin dan sebagainya.

Sebagai contoh kecilnya, zat MSG (monosodium glutamate) atau dikenal vetsin yang dikonsumsi cukup besar oleh masyarakat kita. Ternyata, MSG membawa pada berbagai akibat sampingan yang cukup serius. Bahkan, di negara maju telah diprotes pemakaian MSG tersebut Bila MSG dikonsumsi melebihi dosis tertentu dapat menyebabkan beberapa akibat sampingan, seperti di bawah ini:

- sakit kepala (headache), pusing (migrain),

- sakit perut (stomach upset),

- diare,

- serangan asma (asthamatic attacks),

- sesak nafas (shortness of breath),

- keluar ingus dari hidung (runny nose),

- rasa takut dan tegang (anxiety and panic),

- depresi dan sebagainya.

Juga apabila dikonsumsi melebihi dosis, vetsin dapat pula menyebabkan daya ingat pengonsumsinya menurun serta sindrom kehilangan ingatan (symptom memory loss) dan mudah marah. Lantas kita berpikir, "Jangan-jangan banyak terjadinya tawuran dan mudahnya masyarakat terprovokasi dikarenakan masyarakat banyak memakan vetsin?" terlebih vetsin sepertinya ingin di anggap pemerintah sebagai makana rakyat, secara tidak langsung meracuni rakyat lewat produk Mie Instant seperti Indomie.

Kaum Iluminati menyadari bahwa cita-cita menguasai "dunia baru" berarti harus membuat kesejahteraan dan menciptakan manusia unggul yang direkayasa melalui bio-engineering, seleksi sel pembawa keturunan (DNA); atau dengan kata lain menciptakan bio-robotic, sosok manusia unggul yang dapat dikendalikan. Walaupun bagi orang awam, hal tersebut semacam dongeng atau fiksi belaka. Akan tetapi, bagi kaum Yahudi bukan hal yang luar biasa. Kemajuan di dunia kedokteran, biokimia, pengkloningan merupakan evolusi ilmu pengetahuan yang dimanfaatkan tanpa mempertunbangkan etika, apalagi moral agama.

Oleh karena itu, "warga negara dunia" harus mempunyai gizi yang tinggi agar dapat menjadi manusia-manusia yang unggul, sebagaimana yang diimpikan Friedrich W. Nietzsche dengan Ubermensch-nya (manusia unggulan) yang hanya dapat mengendalikan dunia.

Tidak hanya makanan dan minuman, kaum Iluminati juga harus cerdas dan terus mengembangkan teknologi canggih dalam biokimia, khususnya "obat-obat" setan (seperti LSD, ekstasi, obat bius serta psikotropika, mariyuana, narkotik, dan sebagainya) yang harus ditangani dan diorganisasi secara rapi. Generasi muda harus dibius dengan obat-obat setan tersebut, sehingga secara mental, mereka tidak mampu tampil sebagai generasi yang potensial dan karenanya lebih mudah memusnahkannya dari muka bumi. Hukum alam akan menyeleksi mereka. Hanya "bibit unggul" yang akan lolos dari pertarungan membangun dunia baru tersebut.

Mari tinggalkan segala jenis MSG / VETSIN / PENYEDAP MASAKAN / PENYEDAP RASA, beralih pada resep bumbu alami



MENGAPA YAHUDI SEAKAN-AKAN MENGUASAI DUNIA?

Ini yg tidak kalah penting kita perhatikan, dengan kepandaian mereka, usaha yang paling penting untuk mendukung gerakan mereka ialah dengan menguasai MEDIA MASSA, entah itu Koran, TV, Radio, Majalah, jejaring sosial dan lain sebagainya.

Dari media massa inilah mereka mempengaruhi pikiran publik, menawarkan barang dagangannya, mendukung politik mereka dan banyak hal lainnya yang dapat mereka lakukan lewat media massa, termasuk, membohongi dunia. Contoh: Kasus WTC 9-11 yang terbukti bukan dilakukan oleh islam manapun, tapi justru oleh amerika sendiri. Namun dunia terlanjur terpengaruhi oleh berita yang sudah mereka siapkan.

Setelah itu, mereka selalu memaksakan hukum ciptaan mereka bernama: "DEMOKRASI " , mengapa mereka selalu memaksakan DEMOKRASI di seluruh belahan dunia? Entah itu afrika, asia, timur tengah, dan terutama di negeri-negeri yang masih menerapkan syariat Islam sebagai dasar negara?

Karena dengan demokrasi mereka dapat melakukan:

1. Memilih tokoh publik yang mau mendukung program mereka dengan imbalan dibantu dana & kampanye media massa agar terpilih menjadi presiden, dengan syarat, pemimpin boneka ini mau menuruti semua kemauan mereka.

2. Membeli suara-suara rakyat miskin & berpendidikan menengah kebawah karena suara 1 orang profesor yang islamy ialah sama dengan suara seorang preman terminal. Dan jelas, suara terakhir ini jumlahnya jauh lebih banyak dibanding suara mereka yang berpendidikan & mereka yang tidak mau disuap.

3. Mereka berusaha keras menjelekkan tata negara Islam karena dalam Islam pemilihan pemimpin dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar memiliki pendidikan & kemampuan serta akhlak yang baik, jujur, amanah, bertanggung jawab pada Allah & bertanggung jawab pada rakyat. Sedang Demokrasi hanyalah dengan banyaknya suara, tidak perduli apakah itu suara hasil politik uang, ataukah suara hasil manipulasi KPU.

4. Dan lainnya insya Allah akan kami bahas secara terpisah.


Mereka tak segan-segan mengeluarkan dana untuk kampanye, promosi, membeli suara, membeli kursi dan lainnya dalam jumlah besar untuk mengupayakan pasangan presiden boneka agar terpilih, namun akhirnya, setelah presiden boneka yang baru sudah terpilih, maka giliran mereka menuntut ini & itu, mengeruk kekayaan alam, menuntut dibuatnya undang-undang baru yang menguntungkan mereka.

Dan tak segan pula mereka menuntut dicabutnya undang-undang yg merugikan mereka. Tentu saja semua ini dibantu media massa, TV, Koran, Radio yang kebanyakan memusuhi Islam. Semua kepala mereka pegang, dari kepala negara, oknum menteri, oknum wakil rakyat, oknum polisi. Mereka tak sungkan-sungkan berikan sumbangan sekian juta dollar untuk dana teroris contohnya.

Jadi, secara garis besar, Yahudi menguasai dunia dengan:

1. Media Massa

2. Demokrasi

3. Mencari wakil rakyat & pemerintahan boneka yg patuh pd mereka

4. Bisnis yang menyokong perjuangan mereka

Dari itu saudara-saudari, janganlah mau menerima suap saat pemilihan kepala pemerintahan, baik itu Kepala Desa, Walikota, Gubernur, apalagi Kepala Negara.

Dan ini pun sebetulnya masih kurang efektif karena keputusan memilih kita sedikit banyak akan dipengaruhi oleh sekitar & terutama oleh media massa seperti TV, Koran, Radio dan lainnya yang sudah pasti banyak dikuasai oleh para KUFAR.

Berangkat dari sini, kami, seluruh UMMAT, menghimbau pada para pengusaha agar membuka usaha namun sekaligus ibadah & berjuang dengan mendirikan TV Islam. Di negeri yang mayoritas non muslim berbagai negara saja sudah banyak yang memiliki TV Islam sendiri, mengapa kita sebagai negeri Muslim TERBESAR DI DUNIA malah tidak memiliki TV ISLAM MURNI SENDIRI???

TV Islam yang berani membasmi semua bid'ah, khurafat, sekular, pluralis, liberalis, moderat, nasionalis berdasar Qur'an & Hadits, KAMI MERINDUKAN tayangan berupa tuntunan sunnah nabi, mukjizat Qur'an, ekonomi Islam, wira usaha Islam, pendidikan Islam, tanya Jawab Islam dan sebagainya.

Dan lihat betapa besar peluangnya, umat Muslim di Indonesia berjumlah sekitar 225.000.000 jiwa, insya Allah, kami doakan akan segera berjaya demi kebangkitan Islam dari TIMUR.

Kembali ke demoCrazy, dari itu, pemimpin yang korupsi tidak sepenuhnya salah, karena mereka pun mengeluarkan uang saat kampanye. Jika ada jalan yg tidak bagus, dana dikorupsi, penanganan bencana kurang sigap, pembangunan kurang pesat dibanding pajak yang masuk, maka ini sedikit banyak termasuk KESALAHAN UMAT, karena kebanyakan mereka pun menerima suap saat pemilihan kepala.

Ada beberapa kepala yang menjabat dengan uangnya sendiri, tanpa bantuan dari luar, namun ini pun orientasinya sudah "BALIK MODAL" dan kalau bisa "UNTUNG BESAR" dari jabatan yang diembannya, bukan lagi mengabdi, amanah, & pengorbanan pada UMMAT seperti para sahabat jaman dulu.

Semua ini berakar dari DEMOKRASI , 1 suara bisa dibeli, 1 suara Profesor kalah oleh 2 suara preman terminal. Suara 1 Orang Ustadz Hafidz Qur'an alumni Madinah & Al-Ahzar kalah dengan 2 orang pencopet jalanan. Dan cukup hanya dengan sepeser uang, mendapatkan keuntungan balik yang tidak terhingga.

Sepertinya sih DEMOKRASI dibuat seakan-akan adil & merata karena seluruh rakyat dapat berpartisipasi dalam pemilihan kepala, mulai kepala desa hingga kepala negara. Namun, dibalik semua itu hanyalah isapan jempol & kebodohan kita saja jika mau mengikuti kemauan mereka. Apalagi seperti yang telah diungkapkan diatas, mereka dengan mudah membeli suara hanya dengan harga sepeser dalam jumlah banyak, sementara imbas baliknya justru malah merugikan rakyat, umat, bangsa & negara.

KAMI TANYA PADA SAUDARA SAUDARI SEMUA: PEMILIHAN MANA YANG BERSIH 100% TIDAK PERNAH MEMAKAI POLITIK UANG??? MULAI DARI PEMILIHAN KEPALA DESA, PEMILIHAN KEPALA DAERAH, PEMILIHAN CALON LEGISLATIF, HINGGA PEMILIHAN KEPALA NEGARA???

Kalau pun ada, itu hanya satu diantara sejuta. Dengan keras mereka menentang syariat Islam dalam tata negara, dengan berbagai alasan, karena tidak semua rakyat adalah islam, karena negara ini bukan negara agama, karena persamaan hak antar manusia, karena inilah, karena itulah dan sejuta alasan lainnya.

Jika kita perhatikan, mereka selalu menciptakan pemerintah tandingan / pemberontak, memberitakan bahwa pemerintah resmi adalah diktator, tidak baik, korupsi, dan sebagainya. Dan kemudian mereka menggantinya dengan DEMOKRASI, pemilu, dan mendorong rakyat agar memilih pemerintah boneka yang tunduk pada kontrak politik mereka.

Jadi, korupsi, kolusi & nepotisme memang masalah negeri, namun, semua itu berakar dari DEMOKRASI . Selama kita masih berdasarkan DEMOKRASI , maka sangat besar sekali kemungkinan bahwa Yahudi akan selalu menguasai & menjajah negeri ini dari segala bidang, bahkan termasuk dari kurikulum pendidikan, tayangan TV, budaya, ekonomi, kebijakan dalam & luar negeri serta lainnya.

Banyak orang yang menuduh bahwa muslim yang memegang erat islam dikatakan benci pada Amerika, padahal itu sepenuhnya tidak benar.

Lagipula, kita dilarang berlaku keras dalam berdakwah pada mereka yang masih belum menerima Islam.

Qs.16 Nahl: 125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik . Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.

Meski mereka belum menerima Islam pun, kita tetap dilarang membenci mereka karena masih tetap ada jalan untuk mereka bertaubat selama belum dijemput Malaikat Maut. Bukan kah banyak bukti bahwa Islam berkembang pesat baik di amerika, eropa, amerika selatan, asia dan bahkan di negeri kita pun banyak sekali pendeta & umat kristen yang menjadi muallaf???

Dan terbukti di amerika pun banyak pendeta yang menjadi muallaf, bahkan menjadi ustadz, banyak juga anggota keluarga korban WTC 9-11 yang malah memeluk islam, banyak sekali yang menjadi muallaf. Sekali syahadat langsung 132 orang, kadang malah sampai ribuan orang dalam sekali syahadat.

Yang kami tidak suka adalah pemerintah & kebijakan Pemerintah Amerika yang kebanyakan dari golongan Yahudi, seperti yang kami utarakan bahwa mereka para Yahudi selalu memegang kepala dari setiap negara, tak terkecuali oknum oknum raja arab timur tengah.

Hal ini dapat dibuktikan bahwa lambang negaranya, mata uangnya, uang lembarannya, bentuk & susunan bangunan dari gedung pemerintahannya adalah jelas sekali penuh dengan simbol-simbol yahudi.

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang KAFIR . QS.5 Maa'idah:44

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang ZALIM . QS. Maa'idah:45

Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang FASIK . QS. Maa'idah:47

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? QS. Maa'idah:50

Anda berani membantah ayat-ayat diatas???

Tanpa ayat diatas pun, secara nalar kita sebagai manusia yang diberi kelebihan akal untuk berpikir,,, Mana yang lebih baik dengan syariat ALLAH atau kah dengan Demokrasi yang digembar gemborkan kaum kufar?

Lantas, jika memang Islam itu berbeda dengan Demokrasi, lalu bagaimana tata negara menurut Islam? Atau minimal apa perbedaan tata negara menurut Islam dan Demokrasi?

Insya Allah hal ini akan kami bahas dalam tab khusus "DEMOKRASI" di sebelah tab "YAHUDI" ini. Dan untuk sementara, Inilah sedikit gambaran dari penjajahan Yahudi ke berbagai negeri-negeri Islam, sementara penjajahan yang jelas sejelas-jelasnya ialah pembantaian demi pembantaian Muslim di palestina, perebutan tanah, penggusuran bangunan dan ... kita saksikan saja foto-foto dibawah ini.

GAMBAR MENGUCAPKAN RIBUAN KATA, dan silahkan lihat sendiri kenyataan yang terjadi sejak sekian lama, berpuluh-puluh tahun lamanya, HINGGA DETIK INI PUN MASIH TETAP TERJADI.

"

THIS PAGE IS NOT FINISHED YET AND STILL UNDER CONSTRUCTION. PLEASE BE PATIENT TO WAIT FOR SOMETIMES LONGER

By: Hamba Allah

PERJUANGAN PENEGAKAN SYARIAT MENUMPAS PENJAJAHAN KUFAR INI TIDAK AKAN PERNAH BERAKHIR.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda: Dunia tidak akan kiamat hingga ISLAM menyinari seluruh rumah-rumah dimuka bumi ini. HR.Muslim

http://islamterbuktibenar.net/?pg=custom&id=4986

Semoga bermanfaat

Cairan Tomcat Mematikan Sel Kulit

TASIK - Tomcat merupakan sejenis kumbang yang memiliki racun berupa cairan paederin di dalam perutnya. Racun kumbang ini dapat menyebabkan matinya sel kulit yang terkena cairan itu.

Hal itu diungkapkan petugas Puskesmas Bantar, Kota Tasikmalaya Susilawati saat penyuluhan tentang sifat dan bahaya racun Tomcat untuk manusia di Perumahan Aboh, Sukamulya, Bungursari, seperti diberitakan Radar Tasikmalaya (Grup JPNN).

“Untuk pertolongan pertama jika kulit terkena racun Tomcat, cuci kulit dengan sabun dan alirkan air kalau air tidak ada gunakan air liur kita. Karena air liur mengandung basa meskipun tidak terlalu tinggi seperti sabun,” kata Susi di hadapan sejumlah warga.

Selain menggunakan sabun, luka akibat racun Tomcat juga dapat dikompres menggunakan air dingin atau es. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran racun melalui pembuluh darah. Teorinya dalam keadaan dingin pembuluh darah akan menyempit sehingga akan memperlambat penyebaran racun.

Jika terkena cairan Tomcat, maka kulit yang terkena juga tidak boleh digosok karena akan mempercepat penyebaran racun ke anggota tubuh lainnya.

Kulit ditempeli Tomcat, warga juga diminta tidak memecahkannya atau mematikannya di atas kulit, tetapi dibuang menggunakan kertas atau ditiup sampai Tomcat itu pergi. “Yang berbahaya itu bukan gigitannya tapi cairan di tubuhnya. Kalau Tomcat itu pecah di lantai, segera bersihkan agar tidak mengenai yang lain. Karena paederin itu menguapnya lama,” jelasnya.

Efek dari racun paederin kata dia dapat menimbulkan rasa panas, nyeri ringan dan kadang diikuti rasa gatal-gatal. Setelah 12 jam kulit yang terkena racun akan mati dan akan timbul gelembung berisi nanah. Untuk luka ringan akibat paederin korban bisa mengoleskan salep jenis steroid (mereknya macam-macam). Salep jenis ini bisa dibeli di dapatkan di puskesmas atau apotek.

“Untuk penanggulangan pakai salep jenis steroid. Kalau yang sudah jadi bisul pakai salep yang mengandung antibiotik tapi jangan terlalu banyak. Oleskan tipis saja, kalau terlalu tebal tidak baik untuk kulit,” pungkasnya.

Tiga hari sebelum muncul pemberitaan serangan Tomcat di Jawa Tengah, salah seorang siswa sekolah Muhamadiyah di Sambongjaya sudah terkena racun Tomcat. Hanya tidak ada yang mengetahui, pihak Dinas Pertanian yang datang ke sekolah langsung meminta para siswa membuat ramuan nabati untuk menangani siswa yang terkena tersebut dan kini telah sembuh.

“Tiga hari sebelum ada berita di Jawa Tengah itu sudah ada kejadian di sekolah Muhamadiyah, Sambong Jaya. Memang sudah saya informasikan cara penanggulangannya. Kemudian karena adanya di asrama putri supaya tidak mengganggu pencemaran polusi oleh racun saya menganjurkan pestisida nabati,” papar Yayat Hidayat, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) DPP Kecamatan Kawalu dan Kecamatan Indihiang saat penyuluhan kemarin.

Pestisida nabati dapat dibuat dari daun sirsak yang dicampur dengan detergen dan direndam selama 24 jam. Kemudian cairan tersebut nantinya disemprotkan kepada wilayah atau dinding yang ditempeli Tomcat.

Penyemprotan terhadap Tomcat menurutnya akan lebih efektif dilakukan pada sore hari. Hal itu agar pestisida tidak mudah menguap dan bisa langsung membunuh Tomcat.

Jika dilakukan siang atau pagi hari, maka pestisida yang disemprotkan akan mudah menguap sehingga kurang efektif untuk membunuh Tomcat.

“Penyemprotan lebih baik sore hari. kalau siang hari terkena sinar matahari langsung itu menjadi tidak efektif. Tapi kalau langkah awal (pencegahan datangnya Tomcat) padamkan lampu di malam hari. Dia biasanya menyenangi cahaya. Kalau lampu sudah dipadamkan (Tomcat) akan hilang,” katanya.

Pemusnahan Tomcat menurut dia sebenarnya memiliki segi kerugian bagi petani, karena hama wereng coklat pada padi merupakan makanan dari kumbang ini.
Penyerangan Tomcat kepada manusia diperkirakan karena habitatnya disawah sudah terganggu.

Diantaranya, tidak adanya batang padi yang mengandung hama bereng coklat. Biasanya kata dia setelah dipanen batang padi yang tersisa masih ditempeli hama bereng, binatang ini akan memangsanya. Namun jika batang dipangkas hingga ke akarnya, maka binatang ini kehilangan makanan dan akan mulai berpindah ketempat lain. (pee)

sumber : JPPN.COM